
Hai Sahabat JACCS MPM Finance Indonesia,
1. Gaji Suami & Istri = Kebutuhan Keluarga
Pasangan suami istri yang memilih tipe finansial ini akan menggabungkan semua penghasilan suami dan istri, lalu digunakan untuk keperluan keluarga. Tipe ini akan sangat menguatkan kondisi ekonomi
keluarga, berbagai tujuan keuangan dapat diraih. Waspada akan kemungkinan munculnya rasa ketidakadilan, menjadi penting untuk di alokasikan dengan baik dana yang akan digunakan.
2. Gaji Suami 100% = Kebutuhan Keluarga. | Gaji Istri 100% = Untuk Diri Sendiri
Aturan finansial ini berarti penghasilan suami sepenuhnya milik keluarga, sedangkan penghasilan istri milik sendiri. Jumlah penghasilan suami seutuhnya diketahui oleh istri dan diatur oleh istri.
Pastikan alokasi budget untuk keperluan suami untuk saku dan keperluan lainnya.
3. Gaji Suami 80% = Kebutuhan Keluarga & 20% = Kebutuhan Pribadi | Gaji Istri 100% = Untuk Diri Sendiri
Aturan ini menyisihkan sebagian dari gaji suami untuk mengendalikan sendiri kebutuhannya sedangkan 80% pendapatan suami diberikan kepada Istri untuk digunakan sebagai keperluan keluarga. Pastikan
alokasi gaji yang diberikan pada Istri mencukupi keperluan keluarga jika tidak Istri akan berutang.
4. Gaji Suami 50% = Untuk Kebutuhan 123 | Gaji Istri 50% = Untuk Kebutuhan 456
Pasangan suami istri melakukan pembagian dalam memenuhi kebutuhan, misalkan suami memenuhi kebutuhan pangan dan cicilan rumah, sedangkan istri memenuhi kebutuhan listrik dan liburan.
Pendapatan suami dan istri tidak selalu diketahui, dengan aturan ini akan dirasakan adil selama alokasi keuangan dilakukan dengan baik.
5. Istri Terima Beres
Tipe ini biasa digunakan jika salah satu pasangan yang tidak bekerja. Metode seperti ini biasanya menyebabkan istri akan meminta uang kepada suami, atau suami akan rutin memberikan uang kepada istri.
Suami akan merasa nyaman dan Istri tidak dibebankan dengan banyak pikiran. Tipe ini bisa tetap memiliki risiko di kemudian hari karena bergantung kepada suami.
|
Dapatkan berita & pembaruan terbaru
|
|